Autopsi
Kau membelah tubuh yang sekujur itu
dengan pisau bedahmu
sangka kau:
hatinya hati tisu
matanya di siku
otaknya di lutut.
Namun prasangka mu meleset.
dengan pisau bedahmu
sangka kau:
hatinya hati tisu
matanya di siku
otaknya di lutut.
Namun prasangka mu meleset.
Pisau itu harus kau tusuk
ke hatimu yang busuk.
ke hatimu yang busuk.
No comments:
Post a Comment