Tuesday, May 16, 2017
Saturday, May 6, 2017
Religion and Science
"People who believe in God or the supernatural don’t quite understand the physical world, claims a new study from researchers at the University of Helsinki.
The Finnish scientists also concluded that not only did they not understand nature and the biological world clearly, religious people tended to anthropomorphize, ascribing human qualities like feelings to inanimate objects such as rocks, wind and the like. They would agree with statements like "stones sense the cold"."
Paul Ratner. Big Think.
Is it true?
I do believe that one day people can understand our physical word without losing their faith of God.
I told many people that there are no contradictions between Religion and Science. But now, i can't figure out wheter I have said true or false.
2 Sisi yang Berlawanan
Matematika dan bahasa Inggris ibarat dua sisi dalam satu koin yang sama.
Untuk bisa ditukarkan dengan pembiayaan lembaga sebesar J*L* Colorado atau D*RP* Cornell, keduanya harus utuh.
Pentingnya penguasaan keduanya (bahasa Inggris dan Matematika) terlihat dan dinilai dari kualitas paper (tanpa mengabaikan kekuatan ide, sistematika penyajian dan kebaruan gagasan) yang sebelumnya telah terbit di penerbit terindeks.
Dari sisi bahasa Inggris, seseorang paling tidak punya skor TOEFL ITP 567, TOEFL IBT 72 dan dari sisi Matematika minimal paham beberapa kajian seperti Vektor Killing, Aljabar Lie, Tensor Weyl, Ricci, Riemann, Struktur Cartan, formalisme Israel dll.
Yah, di era ini, punya koin yang bersisi satu tidak akan terlalu baik bagi fisikawan muda. Toh bekerja dalam dunia riset bukan cuma soal isi kepala.
Tanpa ada yang ditukarkan, beberapa hal tidak bisa didapatkan. Mungkin begitulah dunia bekerja. Seseorang tidak bisa mendapat apa-apa tanpa menukarkan apa-apa.
Golongan yang Berlawanan
Saya senang mengklasifikasi pilihan aliran speaking orang-orang dalam dua golongan. Pertama golongan 'filosofis'. Kedua golongan 'seni'.
Golongan 'filosofis' berbicara dengan bahasa standar, meminimalkan penggunaan gerund, to infinitive, reducing, omitting. Mereka mengandalkan penguasaan tenses. Kredo mereka: bahasa Inggris hanya sebagai alat berkomunikasi. Yang penting lawan bicara paham. Titik.
Glongan 'seni' sangat senang menggunakan kombinasi bahasa--seperti tersebut di atas--dan idiom. Kredo mereka: bahasa Inggris adalah seni berbicara , bukan hanya alat komunikasi yang hitam-putih dan minim warna. Kombinasi komponen kebahasaan adalah hal penting.
Saya lebih senang ngobrol dengan orang dari golongan kedua. Saya selalu mengawali percakapan dengan lawan bicara menggunakan beberapa kata dasar: take up dan figure out. Jika mereka menanggapi, maka seterusnya saya akan gunakan beberapa idiom. Jika tidak, saya akan memilih berbicara seperlunya.
Memang bahasa Inggris bagi saya adalah bahasa kedua. Penggunaan kombinasi yang saya gunakan dalam tulisan pun saya gunakan dalam berbicara.
Pergeseran Makna
Dalam komunitas kami, ada beberapa tingkatan nama panggilan: 'nabi', monster', 'pelahap' dan 'siluman'.
Jika Anda mengkaji Geometrisasi Thurston, Aljabar Lie, Kurva Ekliptik, Penskalaan Ulang Weyl, Teori Gauss-Bonnet, Cosmological Apparent Horizon serta paham aturan tata-bahasa Inggris, teman yang lain akan memanggil Anda 'siluman'. Jika Anda selingi dengan kajian sosio-politik dan kebudayaan, teman yang lain akan memanggil Anda 'pelahap'. Dan jika Anda juga pembaca karya Hemingway, Kuntowijoyo, Scott Turrow, Richard Narrow, L Garcia Marquez, Eka Kurniawan, Haruki Murakami, teman yang lain akan memanggil Anda 'monster'. Dan jika berhasil menelusuri terbalik pembuktian Parelman, Anda akan dipanggil 'nabi'.
Tentu saja, itu hanya permainan bahasa. Tak punya makna khusus.
Saya sendiri, di level 'siluman' pun tak sampai. Pengetahuan tatabahasa saya, terakhir kali di level tertinggi hanya menyentuh 605 (structure TOEFL ITP) sedangkan anggota lain rata-rata sudah 653 (Structure, Listening dan Reading). Pun pemahaman saya terkait topik matematika lanjut sangatlah terbatas dan yang berhubungan dengan fisika saja.
Fiksi Garam Part 4
"Saya cukup beriman pada Tuhan pencipta manusia-manusia yang menemukan struktur matematika saja." kata kakek tatkala saya tanya perihal keimanannya.
"Siapa namaNya?"
"Tidak ada namaNya. Tapi mungkin mirip dengan TuhanNya Phytagoras "
"Agama kakek apa?"
"Sebut saja Topologiyah."
"Inti ajarannya apa?"
"Lebih baik kau baca dulu kosmogoni masyarakat Takalar di lontarak Lino Siagang Bonena (Risalah Alam Semesta dan Isinya) yang ditulis Datok Aru Malekka Karaeng Panynyungke Pangngisengang Mabajik (Datok Aru Malekka Si Raja Yang Mengungkap Tabir Pengetahuan). Setelah ia pulang dari Andalusia, ia menulis risalah yang kelak diwariskan secara temurun kepada keturunannya. Tapi intinya sederhana, bahwa alam semesta diciptakan oleh Tuhan tak bernama dari tiga bahan dasar: informasi atau erok Alla Taala, bentuk (ruang) atau kasimemangnganna dan materi (energi) atau bahang apparek."
Fiksi Garam Part 3
Saat ditanya buku apa yang cocok dibaca mahasiswi kedokteran ini, saya jawab saja: The God of Small Things karya Arundhati Roy dan Kafka On The Shore karya Haruki Murakami.
Dia bertanya lagi, kenapa harus buku-buku itu?
Saya jawab lagi: buku The God of Small Things berisi hal-hal kecil, benda-benda yang terlalu sepele tapi kuat membentangkan suasana 'ketercekaman' pada kepala. Kalau Kafka On The Shore sedikit berbeda. Ia menyajikan ketidakmungkinan dengan paparan yang seolah-olah nyata. Ini akan membantumu menyembul lalu kembali menyelam dalam dunia yang berbeda.
"Owh yah. Bisakah kita bertemu di perpustakaan ini lagi setelah aku membacanya?"
"Boleh."
***
Dua bulan kemudian ia datang dengan muka yang bersinar menatap saya. Suara serak-serak beceknya memulai percakapan kami.
"Kok seorang fisikawan sepertinu punya selera bacaan sastra yang harum?"
"Saya tidak pernah menyangka ada orang yang memuji berlebihan sepertimu. Biasanya orang bilang selera bacaan saya menyengat. Lha kok ada dokter yang membaca apa yang saya baca?"
Ia tersenyum lalu berujar santai, "Memangnya kau kira kami robot yang seluruhnya tak senang dengan sastra dan hanya senang menghapal buku-buku teks kedokteran?"
Subscribe to:
Comments (Atom)