Translate

Saturday, May 6, 2017

Fiksi Garam Part 3

Saat ditanya buku apa yang cocok dibaca mahasiswi kedokteran ini, saya jawab saja: The God of Small Things karya Arundhati Roy dan Kafka On The Shore karya Haruki Murakami.
Dia bertanya lagi, kenapa harus buku-buku itu?
Saya jawab lagi: buku The God of Small Things berisi hal-hal kecil, benda-benda yang terlalu sepele tapi kuat membentangkan suasana 'ketercekaman' pada kepala. Kalau Kafka On The Shore sedikit berbeda. Ia menyajikan ketidakmungkinan dengan paparan yang seolah-olah nyata. Ini akan membantumu menyembul lalu kembali menyelam dalam dunia yang berbeda.
"Owh yah. Bisakah kita bertemu di perpustakaan ini lagi setelah aku membacanya?"
"Boleh."
***
Dua bulan kemudian ia datang dengan muka yang bersinar menatap saya. Suara serak-serak beceknya memulai percakapan kami.
"Kok seorang fisikawan sepertinu punya selera bacaan sastra yang harum?"
"Saya tidak pernah menyangka ada orang yang memuji berlebihan sepertimu. Biasanya orang bilang selera bacaan saya menyengat. Lha kok ada dokter yang membaca apa yang saya baca?"
Ia tersenyum lalu berujar santai, "Memangnya kau kira kami robot yang seluruhnya tak senang dengan sastra dan hanya senang menghapal buku-buku teks kedokteran?"

No comments:

Post a Comment