Translate

Saturday, May 6, 2017

Keberhasilan Usaha dari Kegigihan Seseorang

Ada beberapa orang nyinyir dan bilang kalau yang punya skor TOEFL ITP 553 dan TOEFL IBT 73 belum tentu pintar. Ya mungkin saja memang dia/mereka tidak pintar. Tapi skor segitu bisa jadi menunjukkan kegigihan, konsentrasi dan pemahaman atas pola. Jika tidak punya konsentrasi, Reading dan Listening akan menjungkalkan dan menggagalkan. Kalau tidak paham pola dan tidak gigih belajar aturan tatabahasa, ya disingkirkan Structure, Writing. Adalah hal omong kosong dan sialan jika ada beberapa orang mengaku sanggup menyelesaikan studi di CU, UoC, PU, BU tanpa punya skill memadai terkait bahasa-budaya, tahu pola, gigih dan punya konsentrasi yang ditunjukkan salah satunya lewat sertifikat penguasaan bahasa (TOEFL, IELTS, TOEIC).
Memang manusia sangatlah rumit untuk dipetakan lewat satu atau dua test atau lebih. Tapi standar tetaplah harus ada dan mesti dipatok. Makanya selain seleksi berkas ada sesi wawancara. Jika berkas menyertakan batas penilaian terhitung (TOEFL/TOEIC/IELTS, IPK), maka wawancara menilai kualitas yang tak terhitung. Kalau sekelas Bodevan, Zaja, Viespyr, Kieylr, Rellian, Nail, ya TOEFL/TOEIC/IELTS tidak penting. Tapi berapa banyak orang seperti mereka di dunia?

No comments:

Post a Comment