Belajar struktur bahasa Inggris, Cosmological Inhomogenitas in Alternative Gravity, Koordinat Pseudo-Painlave-Gulstrand dan Geometrisasi Thurston secara dalam--dan kelewatan--selama tiga bulan penuh bisa jadi semacam bunuh diri sosial.
Saya ke perpustakaan kreatif tadi. Tetiba ada pustakawati mendekat dan menyodorkan tangan sebagai tanda perkenalan awal.
"V..., baru berjunjung ke sini?"
Saya menatapnya lama. Beberapa detik kemudian saya menjabat tangannya lalu menjawab santai, "saya ke sini sejak tahun lalu."
Sial, belakangan saya sadari kalau saya lupa menyebut nama sendiri dan berbasa-basi. Mungkin kami bisa ngobrol tentang novel Eka Kurniawan atau Boy Chandra atau Tere Liye atau buku puisi Aan Mansyur. Mungkin kami bisa duduk di sofa sembari bercerita tentang beberapa hal lain. Saya terlalu dingin menanggapi niat baik orang.
Sekitar sejam membaca, ada pengunjung lain yang bertanya, "Ini sandalta." sambil menunjuk sendal di depan pintu.
"Bukan."
Sialnya lagi, saya tak menjawab dengan dua kata atau lebih. Padahal saya bisa bawa bercanda. Misal dengan mengatakan, "pakai saja, toh tidak ada yang mengaku punya, asal jangan pakai menginjak tai sapi."
No comments:
Post a Comment