Saya selalu saja kagum tatkala mendapati wanita yang tahu dua penulis di atas. Dan bisa saya pastikan, selera bacaan sastranya 'harum'. Kemungkinan besar sikap dan alur berpikirnya juga tercap 'gila, aneh, sinting'. Satu lagi, ia bisa jadi sama brutalnya dengan saya soal baca, nulis, nelaah, komentar dan ikut berkhayal tentang isi buku-buku yang dihindari orang-orang.
***
Suatu waktu, saya dapati wanita yang membaca agak keras potongan tulisan Eka Kurniawan yang kira-kira bunyinya begini, "Jika kita ingin memperlakukan sesama manusia dengan cara adil, saya rasa kita bisa memulainya dengan memperlakukan kata-kata dengan cara adil. Sebab sejarah telah mencatat, hari ini Anda membunuh sebuah kata, hari lain sangat mungkin Anda membunuh manusia yang mempergunakannya. Hari ini Anda membunuh sebuah pemikiran, hari lain Anda membunuh orang-orang yang memikirkannya." Sontak saja, di perpustakaan kreatif dekat PerDos, saya langsung mengajaknya kenalan tanpa banyak pikir.
"Kamu pasti tahu Bohumil Hrabal dan Arundhati Roy. Paling tidak pernah baca esai, ulasan tentang karya-karyanya. Juga Franz Kafka dan Fyodor Dostoyevski. Saya mencuri dengar apa yang kau baca tadi. Emmm dan saya duga kau sering nongkrong di website Eka Kurniawan kan? Saya Syahrul. Salam kenal."
Ia tersenyum lalu mengajak saya duduk di sofa dekat tangga. Lalu kami bicara banyak sampai waktu saya harapkan memelar dalam detakan dunia siluman.
No comments:
Post a Comment